LSM Harimau Bawa Kritik ke MNC Tower: Saatnya Aspirasi Dijawab, Bukan Diabaikan
JAKARTA — Gelombang kritik terhadap persoalan yang menjadi perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM Harimau) kembali diarahkan ke Jakarta. Setelah menyatakan perjuangan belum selesai, LSM Harimau menyiapkan aksi moral di halaman MNC Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, pada 28 September 2026.
Aksi tersebut menjadi ruang bagi LSM Harimau untuk menyampaikan aspirasi sekaligus kritik yang ditujukan kepada pihak yang mereka soroti, termasuk Hary Tanoesoedibjo dan lingkungan MNC Group.
Ketua Umum LSM Harimau Tonny Syarifudin Hidayat, S.H., telah menyerukan kepada jajaran organisasi di daerah untuk melakukan konsolidasi dan mempersiapkan kehadiran dalam aksi.
Menurut LSM Harimau, persoalan yang telah mereka soroti tidak cukup hanya menjadi perdebatan di ruang publik. Mereka menginginkan adanya jawaban, klarifikasi, serta ruang dialog terhadap substansi aspirasi yang akan disampaikan.
“Jangan diam ketika aspirasi belum didengar. Jangan mundur ketika perjuangan belum selesai,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada keluarga besar LSM Harimau.
Sorotan terhadap Hary Tanoesoedibjo juga tidak dapat dilepaskan dari posisi dan skala bisnis MNC. Dalam laporan perusahaan, Hary Tanoesoedibjo tercatat sebagai pendiri dan Executive Chairman MNC Group, yang memiliki kegiatan usaha di sejumlah sektor.
Namun, aksi tersebut nantinya akan diuji oleh substansi. Publik berhak mengetahui secara jelas apa tuntutannya, apa dasar persoalannya, bukti apa yang dimiliki, dan kepada siapa tuntutan tersebut ditujukan.
Di sisi lain, pihak yang menjadi sasaran kritik juga mempunyai hak untuk memberikan penjelasan, klarifikasi maupun bantahan apabila terdapat informasi yang dinilai tidak sesuai.
LSM Harimau menyatakan aksi akan dilaksanakan secara tertib dan damai. Seluruh peserta diminta menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan provokatif, serta mematuhi aturan penyampaian pendapat di muka umum.
Dengan rencana aksi tersebut, perhatian kini tertuju pada MNC Tower. Bukan sekadar berapa banyak massa yang hadir, melainkan seberapa jelas persoalan yang dibawa dan apakah aspirasi tersebut akan memperoleh jawaban dari pihak yang menjadi sasaran kritik.
Hingga berita ini ditulis, rincian tuntutan dan jumlah peserta yang akan hadir masih menunggu keterangan resmi panitia. Konfirmasi dari pihak MNC Group maupun kepolisian juga diperlukan untuk memastikan informasi mengenai aksi tersebut tersaji secara berimbang.
Perjuangan boleh keras, kritik boleh tajam, tetapi publik tetap membutuhkan satu hal: fakta, bukti, dan jawaban yang terbuka.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles