BEM UI Tegaskan Delapan Tuntutan Aksi 18 Agustus Berasal dari Kajian Mahasiswa dan Aspirasi Masyarakat

News 19 Aug 2026 00:13 2 min read 52 views By admin

Share berita ini

BEM UI Tegaskan Delapan Tuntutan Aksi 18 Agustus Berasal dari Kajian Mahasiswa dan Aspirasi Masyarakat
JAKARTA— Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, menegaskan delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi de...

JAKARTA— Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, menegaskan delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), merupakan hasil perpaduan kajian internal mahasiswa dan aspirasi masyarakat.


Fathimah mengatakan, kajian yang disusun BEM UI tidak berdiri sendiri, melainkan berangkat dari berbagai realitas serta kondisi sosial yang dirasakan masyarakat.


“Dari BEM UI sendiri membuat kajian, dan kajian kita itu selalu majority based on apa yang dirasakan masyarakat. Jadi memang both keduanya, dari kajian dan dari aspirasi masyarakat, karena kajian kita sendiri berlandaskan dari sana,” ujar Fathimah di lokasi aksi, Selasa (18/8/2026).


Menurutnya, mahasiswa juga terus memantau perkembangan serta respons masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.


Fathimah menilai keresahan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah masih kuat dan konsisten sejak aksi sebelumnya yang digelar pada 12 Juni 2026.


“Kita melihat animo masyarakat tentang kebijakan tertentu, yang rasanya dari awal kita aksi 12 Juni sampai sekarang juga animonya masih sama, masih senada, masih satu suara dari masyarakat tentang keprihatinan mereka terhadap program-program yang sedang berlangsung,” tegasnya.


Dalam aksi tersebut, BEM UI menyuarakan delapan tuntutan yang mencakup berbagai persoalan nasional, mulai dari ekonomi, pemberantasan korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.



Berikut delapan tuntutan yang disuarakan mahasiswa:


1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.


2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).


3. Mewujudkan reforma agraria sejati.


4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).


5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN), serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).


6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.


7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.


8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.


BEM UI menegaskan, tuntutan tersebut menjadi bagian dari sikap mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi perhatian publik.


Aksi di kawasan Bundaran HI tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan mendorong adanya evaluasi terhadap sejumlah program serta kebijakan nasional.


(Redaksi)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Desas Desus Kasus